Langsung ke konten utama

Postingan

Terpisah

Sekarang kita terpisah oleh waktu Tiba-tiba kau menghilang dari diriku Entah kemana kau pergi??? Entah sampai kapan kita bertemu lagi??? Kau adalah pendorong dan kekuatan bagiku Sampai aku bisa berdiri kuat sampai sekarang Membuatku memakai cinta di jalan yang benar Aku merindukanmu dalam benak hatiku Aku hanya bisa mengatakan “apa kabar?” Dari jarak yang amat jauh ini
Postingan terbaru

Ingin Ku Ulangi Detik-Detik Ini

Detik-detik telah berlalu Kini tinggal amalku yang tersisa Sekarang aku berpisah dengan ragaku, dunia, dan sanak keluargaku Aku tinggal di timbunan tanah dan ditemani oleh teman kecil yang melata Ingin kuulang detik-detik ini Agar bisa memperbaiki amalku Ingin kuulang detik-detik ini Agar aku bisa berkumpul dengan sanak saudaraku Kini sudah terlambat Hanya tinggal penyesalan saja

Rindu

Di malam sunyi nan kelam Ku melihat sinar rembulan Dihiasi taburan bintang di angkasa Ku termangu dalam anganku Membayangkan akan paras cantikmu Bagaikan bidadari suci, saat pertama kali bertemu Jantungku berdegup kencang Seperti detak jantungmu Menandakan detak jantung kita bersatu Ibarat rajutan yang tidak bisa terpisah

Ku Bersujud

Di sepertiga malam nan kelam Ku termangu dalam doa Ditemani dengan sebatang lilin Ku bersujud kepada Nya Menghadap kepada Sang Maha Pencipta Demi menebus sebuah dosa Tuhan… Hidup ini begitu sulit Aku rapuh bagaikan gelas yang retak Tuhan… Ampunkanlah segala dosaku Ku menyesal apa yang telah ku perbuat

Gunung Yang Meradang

Di pucuk gunung… Kulihat alas hijau Yang kian dulunya rindang Sekarang menjadi meradang Terik surya di atas kepala Menyengat tubuh seperti panas api Mengguyuri tubuh dengan mandian keringat Rumput yang kian menari, menjadi layu Burung yang kian bernyanyi, menjadi sunyi Tanah yang kian subur, menjadi pecah dan retak Sungai yang kian mengalir, menjadi kering

Seteguk Kopi Hitam

Seteguk Kopi Hitam By: Saffanah Fajar Kurniawan Di kala malam yang dingin Suasana sepi dan hampa Ku duduk di teras depan Sambil meneguk secangkir kopi  Kepulan uapnya berkumpul di langit malam Dengan hiasan bintang yang menerangi gelap gulita ini Ku teguk perlahan-lahan Satu tegukan mengingatkanku pada masa lalu yang begitu pahit Pahit seperti kopi hitam Ku tatap diriku di sebuah ampas  Dapat kulihat diriku tak berdaya Karna sisa kenangan yang terluka yang menyayat hatiku ig: @saffanahfajar

Di Tengah Pasir Berbisik

Di Tengah Pasir Berisik By: Saffanah Fajar Kurniawan Pasir berbisik kepada alam Diterangi sambaran matahari Yang membuatku dikucuri keringat Angin bertiup kencang dan berisik Ku pijakkan kakiku perlahan di lautan pasir Melawan derusnya arus pasir  Ku bertanya pada benakku "Dimana aku ini?" "Kemanakah ku pergi?" Ku ingin menjerit untuk keluar dari ketersesatan ini Tak seorang pun mengulurkan tangannya untuk menolongku Tak ada sanak saudara. Yang tersisa hanya diriku Ku akan mati kelaparan di tengah wahana pasir ini Tidak ada setetes air atau segenggam makanan NB: Maaf jelek, soalnya lg belajar buat kata puitisnya