Akhir-akhir ini saya merasa tertekan kepada pendidikan sekarang. Sudah dari dulu saya merasa tertekan. Memang saat ini sistem pendidikan tidak sesuai dengan keinginan saya. Mau gimana lagi? Akhirnya saya terpaksa mematuhi sistem pendidikan sekarang.
Saya merasa sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini lebih menekankan nilai dan hafalan daripada pengamalan sehingga banyak sekali anak-anak yang ingin mencari nilai bagus hanya untuk satu tujuan yaitu mendapatkan ranking, tetapi ilmunya tidak diterapkan & diamalkan. Berdasarkan fakta saat ini banyak orang yang mendapat nilai IPA bagus tetapi melakukan kerusakan di muka bumi, banyak orang yang mendapat nilai bagus di IPS tetapi malah membully teman dan mengejek sesama saudaranya, banyak banyak orang yang mendapat nilai bagus di Agama tetapi tidak menerapkan ajarannya Rasulullah.
Apakah ini caranya mencari ilmu? Apakah ini caranya pendidikan mencetak agar siswa-siswa menjadi kompeten? Apakah harus mendapat nilai yang bagus? Atau apakah harus mendapat ranking? Sebenarnya untuk apa kita sekolah? Kalau pada akhirnya ilmunya tidak diamalkan.
“Sebaik-baiknya ilmu adalah yang bermanfaat
untuk orang lain” (H.R. Bukhari Muslim).
Dari hadits diatas menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat diamalkan dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Agar ilmu tersebut menjadi manfaat yaitu dengan cara menerapkan dalam kehidupan sehari-hari bukan untuk dihafalkan, sehingga bisa mencetak manusia yang kompeten. Semoga tulisan diatas bermanfaat dan bukan hanya dibaca .
Komentar
Posting Komentar